contoh observasi, di sekolah Mata kuliah Filsafat pendidikan
Hasil
Observasi Dan Wawancara
Di
MTS Miftahul Huda ,Ds Turi Rejo,Kec Demak
A.
Deskripsi Lokasi
Lembaga
Pendidikan : Mts Miftahul Huda
Lokasi : Desa turi rejo, Kec.
Demak
B.
Kondisi Lapangan
Sekolah ini berada di desa turi rejo,kec demak,kab demak. Masih di
daerah perdesaan Sehingga sekolahan
belum semaju sekolah dikota.dan sekolah ini berada di sekitar sawah, dan
bangunannya masih kurng besar. Dari fasilitas masih kurang memadai,tapi lab
masih ada.Sarana dan prasarana yang menunjang pembelajaran siswa juga masih
kurang memadai.
C.
Problem yang di Hadapi Sekolah
1.
anak didik kurang memperhatikan guru sehingga metode pendidikan
tidak berjalan dengan baik.
2.
Anak didik kurang fokus dalam mendengarkan keterangan yang di
sampaikan guru.
3.
Kurangnya minat dari peserta didik dalam belajar.
4.
Anak didik tidak mau baca membaca tulis menulis di dalam belajar.
5.
Anak didik melakukan kenakalan disaat pembelajarann berlangsung.
6.
Terkadang ada anak didik yang minder ataupun pemalu.
7.
Dari fasilitas masih kurang
memadai,tapi lab masih ada.
8.
Sarana dan prasarana yang menunjang pembelajaran siswa masih kurang
memadai.
D.
Kondisi Ideal menurut FPI
pengertian yang
sederhana, guru adalah orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada anak
didik. Guru dalam pandangan masyarakat Islam adalah orang yang melaksanakan
pendidikan di tempat-tempat tertentu, tidak mesti dilembaga pendidikan formal,
tetapi bisa juga dimesjid, disurau/mushala, di rumah dan sebagainya.[1]
Secara etimologi
peserta didik adalah anak didik yang mendapat pengajaran ilmu. Secara terminologi
peserta didik adalah anak didik atau individu yang mengalami perubahan,
perkembangan sehingga masih memerlukan bimbingan dan arahan dalam membentuk
kepribadian serta sebagai bagian dari struktural proses pendidikan. Dengan kata
lain peserta didik adalah seorang individu yang tengah mengalami fase
perkembangan atau pertumbuhan baik dari segi fisik dan mental maupun fikiran.
Sebelumnya pengertian metode adalah metode
berasal dari bahasa Yunani. Secara etimologi, kata metode berasal dari dari dua
suku perkataan, yaitu meta dan hodos. Meta berarti
“melalui dan hodosberrti “jalan” atau“cara”.Dalam Bahasa Arab
metode dikenal dengan istilahthariqah yang berarti langkah-langkah
strategis yang harus dipersiapkan untuk melakukan suatu pekerjaan. Sedangkan
dalam bahasa Inggris metode disebut method yang berarti cara dalam bahasa
Indonesia. .[2]
Sedangkan menurut terminologi (istilah) para ahli memberikan definisi yang
beragam tentang metode, terlebih jika metode itu sudah disandingkan dengan kata
pendidikan atau pengajaran diantaranya :
- Winarno Surakhmad mendefinisikan bahwa
metode adalah cara yang di dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai
tujuan.
- Abu Ahmadi mendefinisikan bahwa metode
adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang dipergunakan oleh
seorang guru atau instruktur.
- Ramayulis mendefinisikan bahwa metode
mengajar adalah cara yang dipergunakan guru dalam mengadakan hubungan
dengan peserta didik pada saat berlangsungnya proses pembelajaran. Dengan
demikian metode mengajar merupaka alat untuk menciptakan proses
pembelajaran.
- Omar Mohammad mendefinisikan bahwa metode
mengajar bermakna segala kegiatan yang terarah yang dikerjakan oleh guru
dalam rangka kemestian-kemestian mata pelajaran yang diajarkannya,
cirri-ciri perkembangan muridnya, dan suasana alam sekitarnya dan tujuan
menolong murid-muridnya untuk mencapai proses belajar yang diinginkan dan
perubahan yang dikehendaki pada tingkah laku mereka
Berdasarkan definisi yang dikemukakan para ahli mengenai pengertian metode
di atas, beberapa hal yang harus ada dalam metode adalah :
- Adanya tujuan yang hendak dicapai
- Adanya aktivitas untuk mencapai tujuan
- Aktivitas itu terjadi saat proses
pembelaran berlangsung
- Adanya perubahan tingkah laku setelah
aktivitas itu dilakukan.
Ada istilah lain yang dalam pendidikan yang mengandung makna berdekatan
dengan metode, yaitu pendekatan dan teknik/strategi. Pendekatan merupakan
pandangan falsafi terhadap subject matter yang harus diajarkan dapat juga
diartikan sebagai pedoman mengajar yang bersifat realistis/konseptual.
Sedangkan teknik/strategi adalah siasat atau cara penyajian yang dikuasai
pendidik dalam mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada peserta didik di
dalam kelas, agar bahan pelajaran dapat dipahami dan digunakan dengan baik.[3]
Pembelajaran
yang ideal menurut Fpi
1.
Memilih metode pembelajaran yang baik.
Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang tidak terlepas dari
berbagai kompunen belajar Yang saling mendukung.
2.
Pembelajaran Aktif (Active Learning)
Belajar aktif dapat memacu siswa agar bersemangat mengikuti
pembelajaran.
3.
Cara Meningkatkan Belajar.
·
Kesiapan Fisik dan Mental.
·
Tingkatkan Konstrentrasi.
·
Tingkatkan minat dan motivasi.
·
Gunakan Strategi Belajar
yang cocok.
·
Belajar sesuai gaya belajar.
·
Belajar secara
Holistik(menyeluruh)
·
Berbagi pengetahuan yang baru
·
Uji hasil belajar.
4.
Ciri-ciri siswa yang Aktif belajar.
·
Siswa yang aktif selalu menemukan pengetahuan,informasi, atau
keterampilan dengan mengalami langsung.
·
siswa melakukan sesuatu untuk memahami materi pembelajaran.
·
Siswa berfikir reflektif
5.
macam-macam Strategi pembelajaran.
·
Pembelajaran aktiv
·
Cliker
·
Pembelajaran kooperatif.berpikir kritis.
·
Diskusi.[4]
6.
ciri-ciri metode belajar yang efektif.
·
Mengembangkan pemahaman siswa.
·
Membuat siswa menjadi memiliki rasa ingin tahu
·
Membuat siswa aktif secara mental,fisik,dan psikis.
·
Membantu siswa tumbuh kreatif
·
Mudah dilaksanakan oleh guru.
7.
Cara menentukan strategi ,metode pendekatan,dan teknik pembelajaran
yang efektif.
·
Kesesuaian pendekatan,metode,strategi,dan teknik pembelajaran
dengan tujuan pembelajaran.
·
Kesesuaian pendekatan,metode, strategi,dan teknik pembelajaraan
dengan materi pembelajaran.
·
Ketersedian media,alat,bahan,dan sumber belajar.
Dilihat dari:
a.
Kemampuan siswa
b.
Gaya belajar siswa
c.
Ketersedian waktu.
E.
Kesimpulan Dan Rekomendasi.
Kesimpulan dari hasil observasi saya bahwasanya metode yang sering
digunakan guru adalah ceramah. Metode ceramah adalah metode
memberikan uraian atau penjelasan kepada sejumlah murid pada waktu dan tempat
tertentu. Dengan kata lain metode ini adalah sebuah metode mengajar dengan
menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa yang
pada umumnya mengikuti secara pasif. Metode ini disebut juga dengan metode
kuliah atau metode pidato.
Kekurangan metode ini
adalah :
a. Guru lebih aktif sedangkan
murid pasif karena perhatian hanya terpusat pada guru saja.
b. Murid seakan diharuskan mengikuti
segala apa yang disampaikan oleh guru, meskipun murid ada yang bersifat kritis
karena guru dianggap selalu benar. Untuk bidang studi agama, metode ceramah ini
masih tepat untuk dilaksanakan. Misalnya, untuk materi pelajaran akidah.
Dari
hasil penelitian saya,saya mengungkapkan bahwa pendidikan yang baik adalah
pendidikan yang membutuhkan peran seorang guru yang berpengalaman,peran orang
tua untuk membimbing anak, dan peran negara untuk mengfasilitasi,terutama
perang keinginan anak itu sendiri untuk maju.ketika semu aspek itu berjalan
maka pendidikan di indonesia akan berjalan dengan baik seperti yang di jelaskan
diatas bahwasanya Pembelajaran yang ideal menurut Fpi
8.
Memilih metode pembelajaran yang baik.
Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang tidak terlepas dari
berbagai kompunen belajar Yang saling mendukung.
9.
Pembelajaran Aktif (Active Learning)
Belajar aktif dapat memacu siswa agar bersemangat mengikuti
pembelajaran.
10.
Cara Meningkatkan Belajar.
·
Kesiapan Fisik dan Mental.
·
Tingkatkan Konstrentrasi.
·
Tingkatkan minat dan motivasi.
·
Gunakan Strategi Belajar
yang cocok.
·
Belajar sesuai gaya belajar.
·
Belajar secara
Holistik(menyeluruh)
·
Berbagi pengetahuan yang baru
·
Uji hasil belajar.
11.
Ciri-ciri siswa yang Aktif belajar.
·
Siswa yang aktif selalu menemukan pengetahuan,informasi, atau
keterampilan dengan mengalami langsung.
·
siswa melakukan sesuatu untuk memahami materi pembelajaran.
·
Siswa berfikir reflektif
12.
macam-macam Strategi pembelajaran.
·
Pembelajaran aktiv
·
Cliker
·
Pembelajaran kooperatif.berpikir kritis.
·
Diskusi.
13.
ciri-ciri metode belajar yang efektif.
·
Mengembangkan pemahaman siswa.
·
Membuat siswa menjadi memiliki rasa ingin tahu
·
Membuat siswa aktif secara mental,fisik,dan psikis.
·
Membantu siswa tumbuh kreatif
·
Mudah dilaksanakan oleh guru.
14.
Cara menentukan strategi ,metode pendekatan,dan teknik pembelajaran
yang efektif.
·
Kesesuaian pendekatan,metode,strategi,dan teknik pembelajaran
dengan tujuan pembelajaran.
·
Kesesuaian pendekatan,metode, strategi,dan teknik pembelajaraan
dengan materi pembelajaran.
·
Ketersedian media,alat,bahan,dan sumber belajar.
Dilihat dari:
d.
Kemampuan siswa
e.
Gaya belajar siswa
f.
Ketersedian waktu.
F.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi
Abu, Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan, Cet. 2 (Jakarta: Rineka Cipta, 2006)
Pedagogy.merlot.org
Ramayulis,
Metodologi Pendidikan Agama Islam, Cet 6 (Jakarta: Kalam Mulia, 2010)
Ramayulis dan Samsu Nizar, Filsafat Pendidikan Islam Telaah
Sistem Pendidikan dan Pemikiran Para Tokohnya, (Jakarta : Kalam mulia, 2009, )
G.
Lampiran Hasil Wawancara.
Biodata
Narasumber
Nama:santi
indah lestari,m.pd
TTl
: demak 26 januari 1991
Alamat:
Desa turi rejo,kec demak,Kab demak
Jabatan:
guru matematika dan bahasa jawa di mts miftahul huda turi rejo.
Hasil
Wawancara
|
No
|
Pertanyaan
|
Jawaban
|
|
1.
|
Metode
pendidikan apa yang ibu pakai dalam mengajar?
|
Yang saya pakai biasanya
Ceramah,diskusi,ini semua liat sikonnya.
|
|
2.
|
Metode
apa yang menurut ibu susah untuk
diterapkan?
|
Yaitu metode diskusi,karna
biasanya menggunakan ceramah.
|
|
3.
|
Faktor apa yang membuat anak didik
aktiv dalam mengikuti pembelajaran dengan baik?
|
Yaitu faktor senang /antusias,
dengan memberikan semacam persesif yang menyenangkan seperti gambar,humor
untuk menunjang antusias anak didik.
|
|
4.
|
Faktor apa yang menghambat
pembelajaran anak didik?
|
1.
Anak
didik merasa Malas
2.
Kurang
ada rasa ingin tau dalam pembelajaran.
3.
Anak
didik kurang fokus mendengarkan keterangan dari guru.
4.
Ngobrol
sendiri.
5.
Kurang
memperhatikan keterangan dari guru.
|
|
5.
|
Apakah bisa lebih baik dan efektif
jika fds di terapkan di mts tempat ibu
mengjar.
|
Tidak
jalan klo ada FDS liat kondisi siswa, dan madrasahnya.
|
|
6.
|
Seperti
apa kondisi sekolahan tempat ibu mengajar!,apakah berpengaruh pada proses
belajar anak didik?
|
1.
Fasilitas
masih kurang,tapi lab sudah ada.
2.
Sarana
prasarana siswa kurang memadai.
3.
Masih
di daerah perdesaan Sehingga sekolahan
belum semaju sekolah dikota.
ya berpengaruh,kondisi sekolahan juga menunjang belajar anak
didik.
|
|
7
|
Bagaimana ibu mengimplementasikan
dalam hal mengajar dengan sistem persuasif agar anak itu bisa menangkap
materi dari ibu?
|
Yaitu kita
tidak langsung memberikan tanya jawab terlebih dahulu memberi gambar,Lcd,
agar muncul rasa ingin tahu dari siswa,ataupun bercerita terlebih dahulu.
|
|
8.
|
Bagaimana ibu mengimplementasikan
pendidikan secara humanisme ataupun secara akedemik?
|
Sering
mendekatkan diri kepada anak ataupun sering memberian contoh dengan
penertiban dalam menyampaikan pembelajaran tepat waktu
|
H.
Dokumentasi
[1] Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan, Cet. 2 (Jakarta: Rineka
Cipta, 2006), h. 4
[2] Ramayulis, Metodologi Pendidikan Agama Islam, Cet 6 (Jakarta: Kalam
Mulia, 2010), h. 65
[3] Ramayulis dan Samsu Nizar, Filsafat
Pendidikan Islam Telaah Sistem Pendidikan dan Pemikiran Para Tokohnya, Jakarta
: Kalam mulia, 2009, halaman 209.
[4] Pedagogy.merlot.org
👍👍
BalasHapus